Seperti pagi-pagi yang lainnya, hari ini pun si Mas penjual ayam lewat depan rumah. Dengan nada seruan yang sangat khas (maaf tidak bisa dituliskan) seperti memanjakan telinga. Istriku memanggil si Mas, dan rupanya istri tetangga ingin beli juga. Jadilah si Mas singgah. Tawar menawar terjadi. Istriku yang terakhir membeli akhirnya mendapat diskon dari harga Rp. 13.000,- menjadi Rp. 11.000,-. Oh iya, istriku hanya membeli setengah. Itupun setengah yang dimaksud adalah 2 buah paha dan isi dalam. Hal yang katanya, tidak ditemukannya di penjual ayam yang lainnya. “Biasanya itu, mas yang lain jual 1/2 itu, ayamnya di belah dua. Tapi ini tidak, bisa ambil pahanya saja dan isi dalamnya,” kata istriku. Yang menarik, pada saat istriku membayar, rupanya si Mas tidak punya uang kembalian. Akhirnya dia bilang,”Udah Bu, besok aja.” Padahal besok itu (Sabtu) kami akan tidak berada di rumah. Mau keluar daerah. Eh, si Masnya bilang, “Ya…kapan…kapan…aja Bu.”
Lucu juga. Padahal pasti dia butuh dana tersebut untuk belanja jualannya besok.
Terima Kasih Mas….semoga jualannya diberkahi Allah….